Arsip Tag: traveling

Esensi Naik Gunung Hanya Bisa Dirasakan Oleh Para Pendaki

Pernah nggak sih kamu melakukan hal sia2 dalam hidup? Kalo kata kebanyakan orang di sekitarku, naik gunung itu sia2. “Setelah naik, nggak lama harus turun lagi. Apa manfaatnya? Apa tujuannya? Ngapain gitu doang? Mending stay cation di hotel, memanjakan diri, hidup udah susah jangan dibikin tambah susah.” Begitu katanya.

Tiap orang punya cara bahagia masing-masing. Dengan naik gunung, banyak hal positif yang aku dapat bersosialisasi, punya banyak teman, perbaikan sifat yang alhamdulillah menurutku makin baik, kebahagiaan yang tidak ternilai dengan bertemu teman2 di tempat indah yang sama2 kami cintai, wawasan makin luas, melihat berbagai macam watak dan perangai manusia yang bisa aku pelajari, belajar “hidup susah” sehingga jauh dari kata manja (semoga), bertemu orang2 hebat dengan segala macam ceritanya, dan masih banyak lainnya.

Capek? Ya memang harus capek namanya juga naik gunung. Namun aku nikmati prosesnya, dan apa yang harus aku lalui sebanding dengan apa yang akan aku dapat. Masih bilang naik gunung sia2? Lebih penting “apa yang aku lakukan dengan uangku” daripada “seberapa banyak uangku” hehe.

Baru kali ini naik gunung dengan logistik semewah ini. Biasanya nggak jauh-jauh dari sop, tempe goreng, bakso goreng, indomi, repeat. Kemarin logistik melimpah ruah, sampe kaya mau jualan depan tenda. Gula pasir aja bawa sekilo, meat grilled, semangka, bakso, mangga, ayam ungkep, ayam bakar, tempe bakar, apel, tepung serbaguna 1kg, nutrijel, wortel kobis segluntung, bawang merah putih cabe masing2 kayanya 1/4 kg, dannn sederet printilan bumbu lainnya.

Karena logistik melimpah ruah, kami selalu disibukkan dengan memasak, sehingga nggak ada waktu buat chill mania. Hari pertama nyampe gupakan menjangan,masak dari jam 8 malam sampe jam 11. Bangun tidur, masak lagi dari jam 8 sampe jam 1 siang. Pulang dari puncak, masak lagi sampe malem (walaupun aku nggak ikut masak karena meriang gara2 kelamaan kena angin puncak yang nggak selow).

Sebelum pulang, masak lagi. Walaupun kelihatannya enak, tapi tetep aja aku tetep kemusuhan sama makanan kalo di gunung. Nggak bisa makan banyak dan ngerasa nikmat sama yang namanya makan. 3 hal yang paling nggak aku suka di gunung, adalah packing, masak, sama makan. Tapi tetep aja ya se nggak doyannya makan, harus tetep dipaksa masuk karena kita butuh kalori yang banyak buat tenaga. Kalo kalian apa?

Pengalaman Menyenangkan Naik Kapal Cruise

Musim panas telah berlalu dan saatnya datang musim gugur. Tahun 2018 lalu bisa dibilang jadi tahun paling memorable buat aku. Pertama kali menginjakkan kaki di benua Eropa, pertama kali naik cable car di atas pegunungan dgn view Swiss Alps, pertama kali juga melihat cantiknya warna warni musim gugur berlatar gunung dan gereja bersejarah di Germany.

Selain semua memori di atas, aku jg diperkenalkan dgn teman luar biasa yg menemani perjalanan solo travelingku di Eropa. Ben jadi salah satu dari sekian banyak teman yg aku kenal. Dari mulai driving sampai 100 ribu kilometer, tidur di dalam mobil demi sunrise di Lake Eibsee, sampai droneku yg menghilang di Neuschwanstein castle. Semua nano nano selama traveling di Eropa yg bikin pengalaman ini jadi selalu terasa manis untuk diingat.

Awalnya aku mikir, ngapain sih naik cruise kayaknya bakal bosen gak sih cuma di dalam kapal aja berhari hari? Ternyata semuanya salah besaaar. Ada banyak kegiatan yg bisa dilakukan, mulai dari sekedar santai di pool indoor/outdoor, cobain berbagai jenis makanan yg semuanya enaaaak banget, dan juga ada banyak wahana menarik yg bisa dicoba.
Tiap hari ada pertunjukan yg berbeda di tiap teaternya dengan tatanan suara & lighting yg megah. Sampai-sampai aku bingung, gak berasa sama sekali di dalam kapal.

Ohiya selain itu harganya juga sangat terjangkau sekali! Mulai dari 8 – 12 jutaan untuk cruise 4 hari 3 malam dari Eropa dan sudah termasuk breakfast sampai dinner! Menurut saya, jika anda ingin jalan – jalan dan bingung mau pergi kemana, cruise adalah salah satu pilihan yang sangat tepat. Naik cruise merupakan salah satu pengalaman yang berharga dan sangat unik sekali.

Selain itu, dengan berkeliling menggunakan kapal cruise biasanya kita juga bisa mampir ke beberapa negara lain. Banyak sekali ternyata benefit yang didapatkan ketika berlibur dengan kapal cruise ya. Tenang saja, fasilitas yang ada di kapal cruise sangat memadai sehingga tidak perlu takut meskipun berada di tengah laut.

Desa Warna Warni di Malang yang Bernama Kampung Jodipan

Februari 2020. Salah satu bulan paling memorable buatku di tahun ini. Awal bulan Februari lalu, salah satu bucketlistku mengunjungi ‘surga’ di Jawa Barat akhirnya jadi kenyataan. Surga kecil ini bernama Terasering Panyaweuyan. Ratusan hektar ladang bawang bagaikan surga kecil yg mungkin nggak banyak orang Indonesia ketahui.

Memang akses menuju ke sini tidak mudah karena belum adanya transportasi publik yg langsung mengarah ke sini. Tidak ada turis mancanegara yg ke sini — turis masih didominasi dari penduduk sekitar, warga Jawa Barat dan fotografer yg ‘super niat’ datang konvoi jauh jauh dari Jakarta untuk memasang tripodnya di sini (aku jg mungkin termasuk turis terniat lol), mungkin jmspht adalah turis asing pertama yg kesini.

Setelah wara wiri nanya ke teman lokal, wisata terasering ini baru naik daun & sepertinya pemerintah Jawa Barat belum menaruh banyak perhatian ke wisata. Baru pemerintah lokal kabupaten Majalengka yg mulai membenahi fasilitas akses ke sini.

Jujur, ini adalah terasering terindah yg pernah aku lihat sampai saat ini, tinggal ditata & promosi yg benar, wisata terasering Panyaweuyan bisa jadi wisata kelas dunia. Indonesia memang gilaaa banget landscape-nya, semoga dgn pandemi ini wisata lokal makin dikenal luas. Siapa yg tadinya suka ‘ngemall’, gara gara pandemi jadi berpaling mengenal lebih landscape ‘rumah’ sendiri?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bahwa desa pelangi itu ada? Selamat datang di Desa Jodipan di kota Malang, Jawa Timur. Tempat yang akan membuat Anda ingin berwisata ke kota Malang. Desa ini dulunya adalah ‘kumuh’ sampai beberapa mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi mengajukan kampanye ke perusahaan lukisan dinding untuk mengubah desa ini menjadi tujuan yang menarik dan menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke kota ini.

Jika Anda menyukai ‘fotografi udara’, ini adalah tujuan sempurna di mana Anda bisa mendapatkan banyak bidikan perspektif yang unik! Dan tentu saja bagi mereka yang suka selfie, saya rasa Anda akan mendapatkan banyak selfie dengan latar belakang warna-warni!

Trekking Gunung Merbabu yang Penuh Tanjakan Curam

Perjalanan menuju puncak gunung merbabu sungguh bukan perjalanan yang mudah. Karena bukit – bukit disini memiliki tanjakan yang curam, saya dan teman – teman traveler lainnya harus berhenti berkali – kali untuk beristirahat mempersiapkan diri mendaki tanjakan lainnya. Ada 15 menit saya habiskan berdiam diri di pinggir tanjakan dengan mendengarkan trek musik favorit saya. Dengan begitu rasa lelah pun lama kelamaan akan hilang sambil menatap pemandangan gunung didepan mata. Setelah mengumpulkan tenaga dan semangat lagi, saya menyusul teman – teman yang lain.

Setelah gagal melihat sunrise di pendakian pertama kalinya ke Merbabu, kali ini cukup beruntung disuguhi pemandangan spektakuler dari puncaknya. Butuh kesabaran memang menunggu kabut pekat itu menghilang perlahan. Ketika itu matahari sudah mulai meninggi. Tak lama, secara perlahan siluet Gunung Merapi dari sebelah utara mulai terlihat, begitupun si kembar Sumbing dan Sindoro di sebelah barat. Dari puncak dengan ketinggian 3145 Mdpl ini panorama savananya sungguh cantik, seolah membungkus bukit-bukit Merbabu dengan karpet hijau nan luas.

Desa sejuk dengan perkebunan sayur yang menghampar sepanjang jalan. Tiba disini, aroma petualangan sudah mulai menyeruak terasa. Tas carrier besar yang menempel di punggung pendaki seolah menjadi simbol persaudaraan tanpa ikatan darah diantara mereka. Mereka berbagi keramahan. Berbagi senyum yang tak hentinya mengembang dari bibir mereka meski raga masih didera lelah.

Di perjalanan pendakian sering kali melihat banyak orang yang sambil merangkak. Terkadang saking capeknya ditengah pendakian sering muncul pertanyaan kayak gitu ke temen, trus yang ditanya cuma diem abis itu ngakak bareng-bareng. Ya gitu, ditengah kondisi pendakian yang udah capek banget, apalagi pas summit attack di Gunung berapi dengan tipe trek kayak gini. Nguras tenaga banget. Tapi justru disitu serunya, bisa ngakak bareng-bareng ngetawain trek yang masih panjang dan terjal didepan mata.

Kita bukan orang bego kok yang ke Gunung cuma karena pengen capek dan foto-foto doang. Kita ke Gunung nyari pelajaran dan pengalaman bareng temen-temen, melawan ego diri sendiri dan berbaur bersama pendaki lainnya.

Pengalaman Pertama si Gadis Pulau Mendaki Gunung

Saya telah pergi mendaki ke berbagai macam gunung dan setiap perjalanan sudah pasti meninggalkan kisah yang berbeda. Namun kali ini tidak sama dengan perjalanan lain, perjalanan ini sungguh spesial karena saya mendapatkan kesempatan mendaki gunung prau bersama teman travel saya yaitu Adel.

Ini adalah pertama kalinya bagi Adel untuk mendaki gunung. Semenjak berkenalan satu tahun yang lalu, kami sudah sangat cocok sekali menjadi partner dan tim yang kompak. Pertama kali bertemu Adel, yang saya tahu ia adalah seorang gadis pulau. Adel memiliki personaliti yang sangat baik sekali. Sebagai seorang pecinta pantai, Adel telah menjelajahi banyak pantai yang ada di setiap sudut dunia.

Namun kali ini Adel memutuskan untuk mencoba mendaki gunung bersama saya. Saya sungguh bahagia sekali karena ini adalah pengalaman mendaki perdana baginya. Jika mendaki bersama orang yang kita sayang, rasanya akan menjadi lebih berbeda dan semakin menyenangkan. Walaupun ini pertama kalinya bagi Adel, namun ia berhasil mendaki gunung dengan sangat baik.

1000 jempol untuk Adel yang berhasil mendaki tanpa kendala sedikit pun di pendakian pertamanya. Tentu saja kami akan mendaki banyak gunung lagi kedepannya. Gak sabar buat naik gunung bareng lagi! Rinjani dan Papandayan menanti.

Selama perjalanan mendaki pun banyak sekali pengalaman dan cerita yang dapat disampaikan dan dipelajari dari masing – masing individu. Kami berbagi cerita lucu sampai tertawa terbahak – bahak dan merasa lemak diperut kami pun ikut terbakar. Sepanjang jalan ngakak nggak berenti-berenti. Saling nyemangatin dan ngejatuhin. Nggak pernah kebayang naik gunung bareng dua orang ini ngakaknya kayak apa sepanjang jalan.

Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali bisa mendapatkan kesempatan mendaki gunung kali ini. Dan pada pendakian selanjutnya kami sudah sepakat untuk mengajak salah satu travel blogger yang sangat kontroversial dan juga menarik yaitu Asoka. Wah, perjalanan akan terasa semakin menyenangkan nih dengan orang – orang yang juga berkualitas. Memilih travelmate sangat penting ya bagi para traveler sejati.

Liburan Ke Bali ? Tidak Lengkap Kalau Tidak Mampir Kesini !

Kalau membicarakan soal Bali, tentu ada banyak sekali cerita yang bisa keluar dari mulut kita. Bagaimana tidak, Bali memang sangat terkenal tidak hanya untuk wisatawan dalam negeri saja, bahkan wisatawan mancanegara juga sangat menyukai objek wisata Indonesia yang satu ini. Bali memang sangat terkenal akan keindahan alamnya, salah satunya yang paling diminati oleh wisatawan adalah pantai dan juga ubud yang begitu mempesona. Nah berikut ini kami rekomendasikan beberapa pantai yang wajib kalian kunjungi ketika berlibur ke Bali.

1. Nyang Nyang Beach

Tidak banyak yang mengetahui pantai yang satu ini dikarenakan lokasinya yang cukup tersembunyi. Meskipun rute yang dilalui untuk datang ke pantai ini tergolong sulit, namun semua kerja keras kalian akan langsung terbayarkan ketika sampai di pantai ini. Jika kalian merupakan orang yang hobi mengumpulkan cangkang kerang, maka tempat ini akan menjadi destinasi wisata yang sangat tepat, mengapa ? Karena di pantai ini ada begitu banyak cangkang kerang yang indah yang bisa kalian kumpulkan dan bawa pulang, seru ga sih !

2. Melasti Beach

Sama halnya dengan Nyang Nyang Beach, untuk pantai yang satu ini juga tergolong sulit untuk didatangi dikarenakan akses utama yang tidak ramah terhadap kendaraan. Pantai ini terkenal akan hamparan pasir yang menjorok ke tengah laut sehingga memberikan kita sensasi yang berbeda ketika bermain di pantai ini. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi pantai ini adalah saat sore menjelang malam dimana kita dapat melihat sunset yang begitu indah dengan warna orange kemerahan yang khas.

3. Pandawa Beach

Wah kalau untuk pantai Pandawa sih sudah bukan rahasia lagi. Pantai ini bisa dibilang primadona dari Bali ! Pemandangan yang apik dan indah akan membuat kalian tenggelam dan tidak ingin pulang dari pantai ini. Selain dapat bermain di pantai, di pinggir pantai Pandawa juga banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai jenis olahan seafood yang sangat sedap dan enak ! Jangan lupa ya menikmati olahan seafood bersama es kelapa muda yang segar, dijamin refreshing banget !

4. Dreamland Beach

Dari namanya saja kita sudah tahu betapa indahnya pantai ini. Dreamland Beach sangat cocok dikunjungi oleh kalian yang senang dengan olahraga air. Berjalan kaki di sore hari sambil ditemani kekasih atau teman dan sahabat terkasih tentunya akan meninggalkan kenangan yang tidak akan pernah bisa dilupakan. Untuk mengunjungi Dreamland Beach, kalian hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp. 15.000 Rupiah saja loh.

5. Suluban Beach

Tempat ini menjadi spot yang sangat digemari oleh para peselancar. Selain keindahan pantainya yang menakjubkan, disini juga terdapat tersembunyi, yakni sebuah goa yang indah serta tebing-tebing karang yang menjulang tinggi disekelilingnya. Sangking indahnya, tempat ini mendapatkan julukan sebagai Kepingan Surga, dahsyat ga sih ?