Arsip Tag: keuangan

Pelajaran Keuangan dari Drama Korea Penthouse

Pelajaran Keuangan dari Drama Korea Penthouse

Siapa disini yang nonton drama korea Penthouse? Beberapa minggu lalu akhirnya tamat juga nih drama penthouse yang sangat seru dan menegangkan. Drama ini cukup ramai diperbincangkan bahkan ditayangkan juga di TV Indonesia loh. Ya, walaupun menguras emosi dan pikiran, tapi drama ini layak ditonton karena ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah pelajaran tentang keuangan loh. Apa saja sih hikmah yang dapat kita ambil dari film ini?

Hikmah Drama Korea Penthouse yang Penuh Ketegangan

Sangking boomingnya, drama ini sampai masuk ke Indonesia dan ditayangkan secara bebas di TV. Menceritakan tentang kehidupan keluarga konglomerat Korea Selatan yang tinggal di apartemen mewah. Para tokoh bersaing tidak ada habisnya demi mencapai mimpi. Tetapi dibalik rumitnya cerita drama ini, rupanya banyak sekali loh yang dapat kita pelajari.

  1. Perempuan Independen
    Di drama ini rata-rata peran wanitanya itu mandiri secara finsnial. Bekerja banting tulang demi menghidupi keluarga dan bisa sampai kaya, walaupun seorang single mother sekalipun.
  2. Gaya Hidup dan Dompet
    Drama ini juga mengajarkan bahwa kita tidak perlu berupaya jadi manusia sempurna, sok kaya padahal keadaan dompet tidak sesuai. Kita harus bisa menyesuaikan penghasilan yang kita miliki dengan gaya hidup yang sesuai, jangan maksa ya kalau tidak mampu.
  3. Investasi
    Semua yang tinggal di Hera Palace (apartemen) pintar berinvestasi dan melihat peluang sehingga bisnisnya bisa terus mendapatkan keuntungan. Dari sini kita bisa belajar kalau investasi itu harus dilakukan sebagai tambahan sumber penghasilan dan jangan menyia-nyiakan peluang yang ada.
  4. Mengejar Impian
    Cerita yang melekat dari film ini adalah impian para pemain untuk menjadi penyanyi sukses dan lulus dari sekolah musik ternama. Bae Ro Na melewati semua rintangan dan cobaan sampai akhirnya dapat berhasil.

Ternyata kehidupan orang kaya dan berhasil tidak semudah dan seenak apa yang terlihat saja. Dibalik semua yang ada, tentunya ada perjuangan dan juga pengorbanan yang harus dilakukan demi mencapai apa yang diinginkan loh. Sebelum sampai di puncak, sudahkah kamu mengetahui mimpi dan tujuan hidup kamu?

Self Love yang Berujung Bahaya Bagi Keuangan

Self love diartikan juga sebagai bentu apresiasi setelah melakukan sesuatu atau bisa mencapai tujuan tertentu. Tapi sayangnya ada orang-orang yang salah mengartikan menjadi  toxic self-love, dimana orang membeli segala hal untuk memberi kesenangan pada dirinya sampai uang yang dimilikinya habis.

Toxic Self Love Berujung Bangkrut

Self love sebenarnya sah-sah dan boleh saja dilakukan, namun perhatikan juga keuangan kamu agar tidak terhambat gara-gara alasan self love. Self love berarti bentuk mencintai diri sendiri dengan melakukan sesuatu yang membuat kita merasa senang sebagai bentuk apreasiasi terhadap sesuatu yang sudah kita lakukan selama ini. Tetapi jangan sampai salah mengartikannya ya.

Kadangkala orang mengartikan self love dengan kurang tepat, mereka malah cenderung menghabiskan duit yang dimilikinya untuk membeli segala hal yang diinginkan tanpa berpikir. Ketika merasa lelah sedikit, beli sesuatu biar senang, gitu terus sampai akhirnya makin sering dan menjadi kebiasaan. Kalau sudah begini akan semakin susah untuk mengontrol pengeluaran yang ada.

Kalau sedikit-sedikit beli sesuatu untuk menyenangkan diri sendiri tanpa melihat keadaan keuangan jadinya justru itu adalah toxic self love. Kenapa bisa begitu? Karena self love yang sebenarnya itu datang dari dalam diri, mencintai dan menerima diri apa adanya. Kalau dengan alasan self love malah menjadikan keuangan kamu bermasalah, hati-hati karena berarti kamu telah terjebak di toxic self love.

Cara Mengatasi Toxic Self Love

Toxic self love bisa berbahaya bagi keuangan kamu, segera atasi dengan mengalokasikan duit khusus untuk self love. Misalnya 25% dari pendapatan. Belilah sesuatu yang membuat kamu senang tanpa melebihi budget tersebut. Jika mau yang lebih mahal, kumpulkan terlebih dahulu duitnya dan beli di bulan berikutnya sampai benar-benar terkumpul dengan utuh.

Apresiasi diri itu penting, kadang kita lelah dengan aktivitas dan butuh sesuatu untuk recharge energi kembali. Tetapi kita juga harus punya takaran apresiasi diri agar duit kita tidak habis hanya untuk kesenangan sesaat, pikiran juga soal masa depan. Kamu harus bisa membedakan mana pencapaian yang memang perlu diapresiasi. Dengan memikirkan hal ini, kamu bisa merasa lebih cukup dan lebih bahagia loh.