Ternyata, Tahun Baru Imlek & Idul Fitri Bisa Berjumpa

Indonesia adalah suatu negara yang kaya akan suku, budaya dan adat. Di Indonesia mengakui 3 hari libur dalam rangka memperingati tahun baru setiap tahunnya. Yakni tahun baru internasional (gregorian), tahun baru imlek (Etnis Tionghoa), dan tahun baru Hijriah (Muslim). Nah untuk penannggalan, biasanya kita menggunakan penanggalan internasional. Sehingga jika kita perhatikan berdasarkan penanggalan internasional,  hari raya imlek dan hari raya idul fitri selalu berpindah-pindah.

Hal tersebut tidaklah heran karena sebenarnya Imlek itu adalah hari pertama dari sistem penanggalan cina. Dan untuk hari raya Idul Fitri merupakan hari pertama dari penanggalan Hijriah. Nah pada penanggalan Cina, setiap bulannya tetap berisi 30 hari saja namun akan ada tahun-tahun tertentu yang memiliki 13 bulan dalam setahun. Bulan tersebut dinamakan Lun Gwee, nah penambahan 1 bulan ini biasanya terjadi antara 2 sampai 3 tahun sekali.

Untuk hari raya Idul Fitri biasanya dihitung berdasarkan penanggalan Hijriah yang mana penanggalan ini memiliki sekitar 11 hari lebih pendek setiap tahunnya daripada penanggalan Internasional. Oleh karena itu, jika kita perhatikan Hari raya Idul Fitri semakin lama pasti semakin berpindah ke tanggal lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Nah dikarenakan penanggalan Hijriah yang lebih pendek 11 hari, Idul Fitri dan Imlek jadi berpotensi untuk berjumpa. Di tahun 2037 nanti, Imlek akan jatuh pada tanggal 15 Februari 2037 dan Tahun baru Hijriah akan jatuh pada tanggal 16 Februari. Memang tidak berjumpa langsung di hari yang sama namun beda satu hari ini pasti akan membuat suasana yang sangat meriah. Dimana lebih dari setengah masyarakat Indonesia memiliki euforia tahun baru bersama-bersama.